Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Seleksi Talenta

Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Seleksi Talenta
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Seleksi Talenta

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang menerapkan sistem meritokrasi dalam pengisian jabatan birokrasi. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil seleksi Tim Komite Talenta di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Jumat (6/2). Langkah ini menjadikan Kota Semarang sebagai daerah pertama di Jawa Tengah yang menerapkan sistem tersebut setelah memperoleh izin dari pemerintah pusat.

Agustina menyatakan, proses pengisian jabatan dilakukan sepenuhnya berdasarkan kompetensi, rekam jejak, serta data objektif, tanpa mempertimbangkan faktor kedekatan personal.

Bacaan Lainnya

“Seluruhnya melalui tahapan seleksi oleh Tim Komite Talenta. Ini adalah hal baru di Jawa Tengah, dan baru Kota Semarang yang mendapatkan izin untuk itu. Kita mendorong birokrasi bekerja dengan prinsip meritokrasi yang berbasis data,” ujarnya.

Penerapan sistem ini sejalan dengan capaian Pemkot Semarang yang sebelumnya menerima Anugerah Meritokrasi dengan predikat “Sangat Baik” dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada 8 Januari 2026. Penghargaan tersebut menjadi dasar penguatan tata kelola manajemen aparatur di lingkungan pemerintah kota.

Menurut Agustina, sistem manajemen yang diterapkan dirancang ketat untuk mencegah intervensi subjektif dalam penempatan jabatan.

“Sistem manajemen ini sangat canggih dan ketat sehingga tidak bisa ditembus. Tidak bisa kemudian seenak-enaknya saya menaikkan orang karena kedekatan atau tim sukses. Ada aturan yang sangat luar biasa ketat untuk menjaga stabilitas, kinerja, dan kemajuan di pemerintahan kita,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam birokrasi serta menolak praktik suap dan gratifikasi dalam proses pengisian jabatan.

“Jika ada orang yang datang dan minta sejumlah uang setelah pelantikan ini, saya tidak segan-segan mengirim kalian ke proses hukum. Saya ingin menjaga wajah pemerintahan ini agar tetap bersih sampai ke akar-akarnya,” tegas Agustina.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Agustina meminta agar segera menerjemahkan visi “Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur dan Tangguh” ke dalam program kerja konkret. Ia menegaskan jabatan merupakan amanah yang harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan panjenengan bukan pada jabatan, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan oleh warga masyarakat. Mari kita gaspol untuk Kota Semarang; bekerja dengan ilmu, melayani dengan hati, dan menjaga amanah dengan integritas setinggi-tingginya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait