SEMARANGUPDATE.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memfasilitasi warga yang kembali ke perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Selain di Donohudan, pelepasan peserta juga dilakukan di Terminal Mangkang Kota Semarang dan Terminal Bulupitu Kabupaten Banyumas.
Luthfi menegaskan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal.
“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” kata Luthfi.
Menurutnya, program ini tidak sekadar menyediakan transportasi, tetapi juga menjaga tradisi mudik serta membantu masyarakat agar tetap bisa pulang tanpa terbebani biaya perjalanan.
Dengan adanya fasilitas gratis, warga dapat mengalokasikan dana mereka untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Ia menjelaskan, mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan pekerja informal seperti pedagang kecil, buruh, tukang ojek, hingga pekerja bangunan, yang selama ini harus menanggung biaya perjalanan cukup besar.
“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga dinilai membantu pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik, sehingga pergerakan pemudik menjadi lebih tertib dan terpantau.
“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga bisa meminimalkan adanya black spot maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.
Luthfi juga berpesan kepada para perantau agar tetap menjaga etos kerja serta membawa nama baik daerah asal.
“Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujarnya.
Dalam program Balik Rantau Gratis 2026, Pemprov Jateng menyediakan 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta empat gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.
Moda kereta api telah diberangkatkan lebih dahulu pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Sebanyak 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang, serta 11 bus melalui pemberangkatan mandiri dari Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora.
Mayoritas bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta, sementara sebagian lainnya menuju Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arif Djatmiko menyampaikan, program ini ditujukan bagi warga Jateng yang merantau ke wilayah Jabodetabek dan Bandung agar mendapatkan akses transportasi yang aman dan terjangkau.
“Balik Rantau Gratis ini adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah, khususnya bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, agar mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 13–14 Maret 2026 bahkan langsung penuh dalam waktu singkat.
“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13 sampai dengan 14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.
Secara keseluruhan, program mudik dan balik rantau gratis Pemprov Jateng tahun ini telah melayani 21.975 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik, dan 4.181 penumpang bus balik rantau.
Untuk memastikan keamanan perjalanan, seluruh armada dan awak kendaraan telah melalui pemeriksaan kelayakan (ramp check) sebelum diberangkatkan. (*)














