SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang kembali menghadirkan gebrakan menarik lewat program IJOLKE 2026 (Rejeki Jajan Dolan Ning Kota Semarang) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang.
Program ini tak sekadar undian berhadiah, tetapi menjadi strategi inovatif untuk mengajak warga aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Lewat IJOLKE, masyarakat cukup beraktivitas seperti biasa—makan di restoran, menginap di hotel, menikmati hiburan, hingga membayar parkir—lalu mengunggah struk transaksi.
Dari kebiasaan sederhana itu, warga berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa iPhone 17 Pro Max, Samsung Z Flip 7, hingga puluhan smartphone lainnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa IJOLKE dirancang bukan hanya untuk menarik minat masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pajak.
“IJOLKE mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Dari aktivitas sehari-hari seperti makan atau jalan-jalan, kita sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat pun terbilang tinggi. Sejak diluncurkan, tercatat sebanyak 17.065 nota telah diunggah ke sistem IJOLKE, dan jumlah ini diperkirakan terus bertambah hingga batas akhir pengunggahan pada 24 Mei 2026. Setiap transaksi yang masuk juga melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan keabsahannya.
Menariknya, program ini juga membuka ruang bagi masyarakat menjadi “pengawas partisipatif”. Setiap struk yang diunggah membantu pemerintah memantau kepatuhan pajak pelaku usaha, termasuk di sektor yang selama ini masih memiliki potensi besar seperti parkir.
Bahkan, khusus transaksi parkir, tidak diberlakukan batas minimal nominal, sehingga semakin memperluas partisipasi warga.
Program yang berlangsung dari 24 Februari hingga 24 Mei 2026 ini mensyaratkan minimal transaksi Rp50.000 (kecuali parkir) untuk bisa diikutsertakan. Upload struk sendiri telah dibuka sejak 1 Maret melalui platform resmi IJOLKE.
Di sisi lain, IJOLKE juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Data menunjukkan realisasi pajak daerah Kota Semarang mencapai 92,28% pada 2024 dan 88,55% pada 2025, dengan sejumlah sektor bahkan melampaui target.
“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita membangun budaya sadar pajak bersama,” tegas Agustina.
Dengan mengusung konsep “Jajan sambil Berkontribusi”, IJOLKE 2026 diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus memperkuat transparansi dan kepatuhan pajak di Kota Semarang. (*)







