Percepat Penurunan Kemiskinan Salatiga, Wawali Perkuat Sinergi OPD

Percepat Penurunan Kemiskinan Salatiga, Wawali Perkuat Sinergi OPD
Percepat Penurunan Kemiskinan Salatiga, Wawali Perkuat Sinergi OPD

SEMARANGUPDATE.COM — Untuk meningkatkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menegaskan, kolaborasi antardinas menjadi kunci agar program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri atau saling tumpang tindih, melainkan saling melengkapi.

Penegasan tersebut disampaikan Nina saat menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Salatiga Tahun 2025–2029, di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Selasa (6/1/2026) pagi.

Nina mengapresiasi kinerja seluruh OPD atas capaian selama 2025. Dia menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang sudah berjalan, dengan penguatan inovasi dan koordinasi.

“Salah satu kunci kolaborasi adalah komunikasi yang baik. Saya ingin setiap OPD menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, agar antardinas bisa saling mendukung dan menutup celah yang ada,” tegasnya.

Wawali juga meminta agar evaluasi program dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Langkah itu dinilai penting untuk memetakan capaian, kendala di lapangan, serta menyiapkan solusi sebelum evaluasi enam bulanan dilakukan.

“Dengan evaluasi triwulanan, kita bisa bergerak lebih cepat dan memastikan program di semester akhir berjalan maksimal,” ujarnya.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Salatiga kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas OPD, sebagai fondasi utama dalam mewujudkan penurunan angka kemiskinan yang berkelanjutan.

Kepala Bappeda Kota Salatiga, Siswo Hartanto menjelaskan, penyusunan RPKD diawali dengan analisis kondisi wilayah, untuk menentukan lokasi prioritas penanganan kemiskinan.

“Dalam RPKD terdapat sembilan dimensi fokus penanganan kemiskinan, yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” jelas Siswo.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Salatiga menargetkan angka kemiskinan turun hingga 2,54 persen pada 2030. Capaian positif telah terlihat pada 2025, di mana angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,20 persen, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan untuk 2026. Untuk 2026, pemkot menargetkan penurunan lanjutan ke angka tiga persen. (***)

Pos terkait