SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pembangunan sumur resapan sebagai upaya mengurangi genangan air yang dapat merusak jalan, sekaligus meningkatkan konservasi air. Program ini digalakkan melalui kerja sama dengan sektor swasta, seperti PT Sukun Wartono Indonesia, dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau pembangunan sumur resapan di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Rabu (18/2/2026). Ia menekankan bahwa sumur resapan bukan hanya upaya konservasi air, tetapi juga strategi untuk memperpanjang umur infrastruktur jalan.
“Ketika musim penghujan, yang paling rawan merusak jalan itu genangan air. Kalau genangan air ini bisa kita hilangkan, saya rasa jalannya juga semakin lebih awet,” kata Taj Yasin.
Di Lapangan Jogging Track Taman Desa Gondosari, PT Sukun Wartono Indonesia membangun 15 sumur resapan. Wagub menyebut gerakan ini sederhana tetapi berdampak besar, karena dapat mencegah kerusakan proyek pekerjaan pemerintah dari pusat hingga desa.
Ia menambahkan, genangan air selama ini menjadi penyebab utama kerusakan lapisan jalan, memicu retak hingga lubang yang membutuhkan biaya perbaikan tinggi.
Pemprov Jawa Tengah pun mendorong gerakan sumur resapan lebih masif, dengan catatan masyarakat diberikan edukasi teknis agar sumur dibangun sesuai kondisi tanah.
“Kalau tanahnya tanah liat atau lempung, harus sampai ketemu pasir. Jangan sampai resapan justru merusak struktur tanah,” tegasnya. Untuk itu, Pemprov melibatkan Dinas ESDM dan kampus-kampus untuk memetakan karakteristik tanah di berbagai wilayah.
Selain aspek teknis, regulasi juga diperkuat. Wagub menegaskan, kewajiban sumur resapan telah diatur dalam perda dan pergub, termasuk dikaitkan dengan perizinan bangunan.
Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Sam’ani Intakoris menyatakan setiap izin mendirikan bangunan maupun persetujuan bangunan gedung harus disertai pernyataan wajib membuat sumur resapan.
“Minimal satu rumah ada satu sumur resapan. Kita menabung air sehingga cadangan air tanah terisi,” ujar Sam’ani.
Direktur Utama PT Sukun Wartono Indonesia, Yusuf Wartono, menegaskan keterlibatan perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. “Kami berharap ada kolaborasi positif antara perusahaan dengan pemerintah di semua tingkatan, untuk menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Sumur resapan yang dibangun memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan dua buis beton berdiameter 60 cm dan biaya pembuatan kurang dari Rp1 juta per unit. Dengan biaya rendah dan manfaat luas, sumur resapan dianggap solusi praktis yang dapat diterapkan secara masif di berbagai wilayah. (*)







