Pemkot Semarang Gelar Lomba Keamanan Pangan, Pasar Tradisional Didorong Lebih Higienis

Pemkot Semarang Gelar Lomba Keamanan Pangan, Pasar Tradisional Didorong Lebih Higienis
Pemkot Semarang Gelar Lomba Keamanan Pangan, Pasar Tradisional Didorong Lebih Higienis

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan mengadakan lomba keamanan pangan antar pasar sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional agar semakin sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 33 pasar tradisional serta satu pasar modern.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 pasar yang menjual bahan pangan segar mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih enam pasar terbaik.

“Tujuan kegiatan ini adalah mendorong kesadaran pedagang untuk menjaga keamanan pangan, termasuk sanitasi serta pemeliharaan sarana dan prasarana pasar,” ujarnya saat ditemui di Semarang, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, proses penilaian telah dimulai sejak Januari dengan berbagai tahapan, mulai dari inspeksi lapangan, pemaparan program, hingga evaluasi sistem pengawasan internal di masing-masing pasar.

Setiap pasar memiliki tim Internal Control System (ICS) yang bertugas memastikan keamanan pangan.

Tim ini juga bekerja sama dengan kader keamanan pangan untuk memberikan edukasi kepada pedagang sekaligus melakukan pengecekan terhadap bahan pangan yang diduga mengandung zat berbahaya.

Endang menambahkan, lomba ini merupakan bagian dari inovasi daerah yang dikembangkan dari program ketahanan pangan nasional melalui inisiatif lokal bernama “Pas Semarang”.

Program ini bahkan disebut sebagai yang pertama di Indonesia dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Program ini diharapkan bisa menjadi role model bagi kabupaten/kota lain, khususnya di Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pasar tradisional diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi yang nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, terkait kondisi pasokan, Endang menyebut ketersediaan pangan di Kota Semarang masih terjaga setelah Lebaran, dengan suplai yang cenderung meningkat.

Namun, kenaikan harga terjadi pada komoditas non-pangan seperti plastik yang dipengaruhi faktor global.

Menurutnya, kenaikan harga plastik berpotensi meningkatkan biaya kemasan yang kemudian bisa berdampak pada harga jual produk.

Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan. (*)

Pos terkait