SEMARANGUPDATE.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang selama ini rawan mengalami kelebihan muatan.
TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, menjadi salah satu titik awal penataan terpadu tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga pada perbaikan pola operasional di lapangan.
Penataan armada, ritasi harian, ketersediaan kontainer, hingga koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi bagian dari evaluasi sistem yang kini diperkuat.
Menurut Agustina, langkah ini diambil setelah TPS Muktiharjo Kidul kerap mengalami penumpukan sampah, terutama saat musim hujan, yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan alat berat, armada tambahan, serta personel lintas OPD, kondisi TPS tersebut kini mulai terkendali.
Pembenahan serupa juga diterapkan di sejumlah titik lain dengan beban sampah tinggi, seperti Pasar Penggaron dan Pasar Jatingaleh, yang masing-masing mendapat tambahan armada dan ritasi pengangkutan.
Beberapa TPS lain diperkuat dengan dump truck, armroll, hingga penambahan kontainer untuk menyesuaikan volume sampah harian.
Pemkot Semarang memastikan pola penanganan yang diterapkan di Muktiharjo Kidul akan direplikasi di TPS-TPS lain yang telah dipetakan sebagai titik rawan overload.
Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif melalui pemilahan sampah dari rumah dan kepatuhan terhadap sistem pembuangan.
“Penguatan sistem harus berjalan seiring dengan partisipasi warga. Dengan begitu, persoalan sampah bisa ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Agustina, dikutip dari website resmi Pemkot Semarang, Minggu (18/1/2026).
Dengan pembenahan tata kelola ini, Pemkot Semarang menargetkan pengelolaan sampah yang lebih tertib sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan dan lingkungan di kawasan permukiman.
Ketua RW 8 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Ali, menilai upaya tersebut membawa dampak langsung bagi warga.
Ia menyebut berkurangnya tumpukan sampah membuat lingkungan lebih aman, terutama di wilayah yang rawan genangan saat hujan.
Warga pun diimbau lebih disiplin membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan.
Sementara itu, Ketua LPMK Muktiharjo Kidul, Muhammad Muslim, berharap penataan yang dilakukan Pemkot dapat berkelanjutan, termasuk peningkatan fasilitas TPS agar kejadian serupa tidak terulang. (*)







