SEMARANGUPDATE.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak digelar di halaman kantor Kecamatan Mijen, Semarang, dengan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Acara ini, yang diinisiasi oleh TPID Jawa Tengah dan Bank Indonesia, merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Alhamdulillah, ketersediaan dan harga barang pokok di seluruh Indonesia stabil menjelang Lebaran. Kami berharap momen Lebaran dapat berjalan lancar tanpa kekurangan bahan pokok,” ungkap Zulkifli dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya acara ini dalam membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan penuh kegembiraan.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan GPM di Kota Semarang.
“Acara ini membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, sehingga mereka dapat menyambut Lebaran dengan suka cita tanpa khawatir akan kekurangan bahan pokok,” tambah Iswar.
Selama tahun 2024, inflasi di Kota Semarang tercatat sebesar 1,69%, lebih rendah dibandingkan 2,83% pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama terkait harga beras, minyak goreng, bawang putih, dan daging ayam ras yang menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Pada awal 2025, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng kembali memberikan dampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di Semarang.
Sebagai kota penyumbang 32% inflasi Jawa Tengah, fluktuasi harga di Semarang sangat mempengaruhi provinsi ini secara keseluruhan.
Setelah mengalami deflasi selama dua bulan, langkah antisipatif menjelang Ramadhan dan Idul Fitri sangat penting. Oleh karena itu, Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan ini, disalurkan 10 ton beras serta minyak goreng dan telur bersubsidi dari Pemprov Jawa Tengah.
Selain itu, 4 ton beras, 800 kg telur, 1.000 liter minyak goreng, 400 kg bawang merah dan putih, serta berbagai komoditas pangan lainnya seperti daging, buah, dan sayuran disediakan oleh Tim Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang.
Sri Nurani, seorang warga yang hadir dalam acara tersebut, merasa sangat terbantu dan berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala, tidak hanya menjelang Lebaran.
“Sangat membantu, terutama menjelang Lebaran. Semoga acara seperti ini tidak hanya diadakan menjelang Lebaran, tetapi secara periodik untuk meringankan harga pangan,” ungkapnya.
Gerakan ini melibatkan banyak pihak, termasuk Bulog, PPI, RNI, BUMD Pangan Jateng, serta pelaku usaha pangan lainnya.
Gotong royong dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sehingga dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang dan suka cita.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala BPS Kota Semarang, Kepala Perum BULOG Kancab Semarang, Kepala Cabang PT Pertamina (Persero) Semarang, serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, turut serta dalam pelaksanaan kegiatan ini.