Pemkab Pekalongan Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi Banjir

Pemkab Pekalongan Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi Banjir
Pemkab Pekalongan Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi Banjir

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak banjir meski jumlah pengungsi mulai berkurang. Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, mengatakan sejumlah dapur umum masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi. Dapur umum tersebut dikelola bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) di beberapa titik, seperti Masjid Al Bayan, Kantor Kecamatan Siwalan, Balai Desa Mayangan, Kopindo Tirto, Karangjompo, Tegaldowo, dan Mulyorejo.

Bacaan Lainnya

“Dapur Umum Dinas Sosial hingga kini masih terus salurkan nasi bungkus untuk pengungsi sehari 3 kali karena sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing sebab kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Selain penyediaan makanan dan air bersih, pemerintah daerah juga menyalurkan kebutuhan khusus bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Pemkab turut berkoordinasi dengan BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan untuk memantau kondisi kesehatan para pengungsi serta mencegah penyakit pascabencana.

“Kami memastikan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin,” tambahnya.

Hingga Selasa (3/2/2026), tercatat 944 warga masih berada di posko pengungsian. Jumlah ini menurun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 1.500 jiwa, seiring mulai surutnya genangan di sejumlah wilayah.

Pengungsi berasal dari beberapa desa di Kecamatan Tirto, seperti Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, serta dari Kecamatan Wiradesa dan Siwalan yang dinilai belum aman untuk dihuni kembali.

Salah satu pengungsi, Tuti Alawiyah, berharap banjir segera surut agar warga dapat kembali beraktivitas. Ia menyebut air masih menggenangi rumah dan jalan desa setinggi lutut orang dewasa.

“Kalau urusan makanan dan bantuan di pengungsian Kopindo ini tidak kurang,” ujar warga Desa Mulyorejo tersebut. (*)

Pos terkait