Pekalongan Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat

Pekalongan Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat
Pekalongan Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Pekalongan mulai melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin, mengatakan sekitar 80 persen jalan kota mengalami kerusakan dengan tingkat beragam, mulai ringan hingga berat. Kerusakan dipicu cuaca ekstrem, usia infrastruktur, serta tingginya volume dan beban kendaraan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penanganan difokuskan pada ruas dengan kerusakan paling parah yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

“Salah satu prioritas saat ini adalah Jalan Gatot Subroto, khususnya segmen timur Pasar Banyu Urip hingga perbatasan Kabupaten Pekalongan, dengan panjang sekitar 130 meter. Kerusakan di lokasi tersebut cukup parah,” ujar Khaerudin, Selasa (3/2/2026).

Tahap awal perbaikan dilakukan dengan distribusi material lapis pondasi agregat (LPA) serta pengerahan alat berat. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu beberapa hari. Untuk segmen ini, DPUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta.

Selain itu, Jalan M. Chaeron juga menjadi perhatian karena kerusakan cukup signifikan. Dari total panjang 1,2 kilometer, sekitar 700 meter mengalami kerusakan berat. Penanganannya dilakukan bersama Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BPJN) sesuai status jalan.

DPUPR juga memperbaiki sejumlah ruas lain, seperti Jalan Irian, Jalan Surabaya, Jalan Agus Salim, dan Jalan WR Supratman secara bertahap. Beberapa ruas telah selesai dikerjakan, sementara lainnya menunggu giliran sesuai ketersediaan anggaran dan sumber daya.

Khaerudin mengakui keterbatasan personel dan peralatan menjadi kendala, sehingga tim dibagi untuk mempercepat penanganan di beberapa titik sekaligus.

Untuk jangka menengah dan panjang, pihaknya telah mengusulkan perbaikan menyeluruh ke Kementerian Pekerjaan Umum dengan konstruksi yang lebih kuat, seperti betonisasi atau pelapisan aspal penuh. Saat ini, perbaikan masih bersifat tambal sulam.

“Sambil menunggu respons dari pusat, perbaikan yang kami lakukan saat ini masih bersifat tambal sulam, yakni mengisi lubang dengan LPA dan dilakukan pengerasan,” jelasnya.

Penanganan Jalan Veteran, khususnya di depan RS Kraton, juga akan segera dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan karena mengalami kerusakan berat.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Tahun ini, anggaran DPUPR hanya sekitar Rp5 miliar, turun drastis dari Rp50 miliar pada tahun sebelumnya akibat efisiensi dan berkurangnya transfer dana pusat.

“Dengan kondisi seperti ini, peningkatan jalan otomatis banyak yang tertunda. Namun kami tetap berkomitmen menangani jalan rusak parah demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait