Pascasarjana USM Perkuat Publikasi Internasional Lewat Pelatihan dan MoU Jelang ICLSE 2026

Pascasarjana USM Perkuat Publikasi Internasional Lewat Pelatihan dan MoU Jelang ICLSE 2026
Pascasarjana USM Perkuat Publikasi Internasional Lewat Pelatihan dan MoU Jelang ICLSE 2026

SEMARANGUPDATE.COM – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) terus memperkuat kualitas akademik dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Meira Visi Persada dalam rangka persiapan 6th International Conference on Law, Social Science, Economics, and Education (ICLSE 2026).

Bacaan Lainnya

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Pascasarjana USM, Muhammad Junaidi, bersama Kepala Divisi Riset Yayasan Meira Visi Persada, Fibry Jati Nugroho.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jejaring akademik serta mendorong sinergi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhammad Junaidi menyebut kemitraan tersebut sebagai respons atas masih rendahnya budaya menulis di Indonesia yang cenderung didominasi tradisi lisan.

Ia berharap kerja sama ini berdampak pada peningkatan kualitas dan akreditasi jurnal di lingkungan Pascasarjana USM.

Dr Junaidi mengatakan, “Kegiatan kerjasama ini meningkatkan kualitas serta memperingkatkan akreditasi jurnal-jurnal di lingkungan Pascasarjana USM”.

“Penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menulis artikel standar internasional adalah kunci agar riset kita tidak hanya berhenti di laci, tapi diakui secara global,” tegas Direktur Pascasarjana USM.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan intensif menghadirkan Fibry Jati Nugroho sebagai narasumber utama.

Ia memaparkan struktur ideal artikel ilmiah, mulai dari penyusunan abstrak hingga kesimpulan, serta teknik membangun argumentasi yang kuat dan objektif.

Pelatihan ini menitikberatkan pada pencarian unsur kebaruan (novelty) dan urgensi dalam penelitian.

Peserta didorong mengangkat isu global seperti kendaraan listrik dan keberlanjutan ekonomi dengan pendekatan kearifan lokal.

Selain itu, peserta juga mendapatkan panduan mengatasi kendala penulisan dalam bahasa Inggris serta pentingnya menyesuaikan naskah dengan pedoman jurnal tujuan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju ICLSE 2026 yang akan digelar pada 25 April mendatang.

Panitia memberikan voucher potongan biaya pendaftaran bagi peserta yang berkomitmen mengirimkan karya ilmiah.

Peserta diminta mengirimkan abstrak paling lambat 14 Maret dan makalah lengkap pada 15 April.

Sebagai tindak lanjut, sesi pendalaman kedua akan dilaksanakan secara daring pada Kamis, 15 Oktober pukul 16.00 WIB, guna memastikan naskah siap diterbitkan pada prosiding maupun jurnal bereputasi.

Melalui langkah ini, Pascasarjana USM menegaskan komitmennya membangun ekosistem riset yang produktif, kompetitif, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (*)

Pos terkait