MTQ Nasional 2026, Jateng Libatkan UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

MTQ Nasional 2026, Jateng Libatkan UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
MTQ Nasional 2026, Jateng Libatkan UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

SEMARANGUPDATE.COM — Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 yang akan digelar pada September 2026 di Kota Semarang.

Dalam menyukseskan agenda tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng bersama Dinas Koperasi dan UKM turut ambil bagian dengan melibatkan pelaku usaha lokal.

Bacaan Lainnya

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang lomba tilawah Al-Qur’an, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini diperkirakan menghadirkan peserta dari berbagai daerah, sehingga membuka ruang promosi bagi produk lokal.

Sebagai bentuk dukungan, Dekranasda bersama Diskop UKM akan terlibat dalam penyediaan berbagai kebutuhan acara, mulai dari desain dan pembuatan seragam untuk peserta, panitia, dan tamu, hingga produksi suvenir, maskot berbasis kerajinan, serta partisipasi dalam bazar dan pameran selama kegiatan berlangsung.

“Dekranasda ikut berkontribusi untuk kesuksesan MTQ. Kami menyediakan seragam batik untuk peserta, kami juga memasok makanan, ada tas suvenir, dan sebagainya. Ini menjadi pendorong untuk UMKM-UMKM di Jawa Tengah,” katanya, saat audiensi bersama Diskop Koperasi dan UKM, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kamis (2/4/2026).

Menurut Nawal, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah kepada masyarakat luas.

Selain stan UMKM, Galeri Dekranasda Jateng juga akan difungsikan sebagai pusat oleh-oleh khas daerah.

“Ketika ada MTQ nanti, UMKM itu akan membuka stan. Di samping itu juga nanti Galeri Dekranasda ini (dibuka), di situ juga ada UMKM oleh-oleh Jawa Tengah di situ,” beber Nawal.

Saat ini, persiapan terus dilakukan, termasuk penyusunan desain seragam yang akan digunakan selama kegiatan serta proses kurasi UMKM yang akan terlibat dalam pameran.

Tercatat, sudah ada tujuh desain batik yang disiapkan dengan berbagai motif khas Jawa Tengah, seperti semen gurdo, sawunggaling, burung kuntul, parang, madu bronto, lung-lungan kembang, serta motif khusus yang mengangkat potensi daerah.

Nawal menambahkan, desain tersebut masih dalam tahap penyempurnaan sambil menunggu finalisasi logo dan maskot MTQ 2026 agar dapat diselaraskan.

Ia berharap, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026 dapat membawa manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi.

“Jadi di MTQ ini Dekranasda berkomitmen juga untuk mengaitkan pertumbuhan ekonominya UMKM di Jawa Tengah di sini,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa persiapan MTQ terus dimatangkan, mulai dari penentuan maskot, logo, tema, hingga koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota.

Ia berharap, ajang ini juga dapat menjadi sarana promosi wisata halal, dengan menghadirkan bazar UMKM serta berbagai tenant, mulai dari busana hingga kuliner syariah.

“Sejak tahun kemarin rapat-rapat sudah kita lakukan. Saat ini sudah masuk ke tahapan-tahapan teknis. Kita harus menunjukkan sukses pelaksanaan kita juga sukses prestasi,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama LPTQ Jateng dan pemerintah kabupaten/kota di Grhadika Bakti Praja, Selasa (31/3/2026). (*)

Pos terkait