Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMP Negeri 1 Tahunan Jepara

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMP Negeri 1 Tahunan Jepara
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMP Negeri 1 Tahunan Jepara

SEMARANGUPDATE.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan gedung hasil program revitalisasi satuan Pendidikan, di SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (3/1/2026). Peresmian ini menandai selesainya rehabilitasi ruang kelas yang didanai pemerintah pusat.

Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan kebijakan nasional, untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki lingkungan belajar yang layak. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Jangan ada sekolah yang rusak, jangan ada sekolah yang toiletnya tidak layak, dan jangan sampai ada atap sekolah yang roboh,” ujarnya.

Disampaikan, pada 2025, pemerintah merealisasikan revitalisasi terhadap 16.175 satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun. Di Kabupaten Jepara, bantuan revitalisasi mencakup 120 satuan pendidikan, dengan nilai Rp92,34 miliar.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, revitalisasi di daerahnya menjangkau sekolah negeri dan swasta. Cakupan program meliputi PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga satuan kegiatan belajar. Dia berharap program revitalisasi dapat berlanjut pada 2026.

“Tahun 2025, kurang lebih ada 103 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi, dengan total anggaran sekitar Rp67 miliar,” kata Mas Wiwit, sapaan akrabnya.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, bupati mengatakan, pembangunan fisik sekolah perlu diiringi dengan penguatan karakter peserta didik.

“Karakter anak-anak bangsa juga kita persiapkan, menjadi fokus kita supaya lebih memudahkan dan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Adi Sasono menyampaikan, pihaknya menjadi salah satu penerima program revitalisasi di Kabupaten Jepara, yang memperoleh bantuan sebesar Rp720 juta dari pusat. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas dan telah diselesaikan sepenuhnya.

“Alhamdulillah, sudah kami selesaikan 100 persen, baik penganggarannya maupun program fisiknya,” terangnya.

Disampaikan, hasil rehabilitasi empat ruang kelas tersebut kemudian dikembangkan menjadi lima ruang kelas, yang siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagian sisa material bangunan juga dimanfaatkan untuk pelebaran teras masjid sekolah.

“Beberapa sisa bahan material kami gunakan untuk pelebaran teras masjid sekolah,” ujarnya.

Adi menambahkan, pihaknya masih membutuhkan tambahan sarana pembelajaran. Pasalnya, di SMP Negeri 1 Tahunan tersebut memiliki 29 rombongan belajar, sedangkan fasilitas laboratorium IPA baru tersedia satu ruang, sementara ruang TIK hanya dua. Kondisi ini membuat pemanfaatannya harus dijadwalkan secara bergantian. (***)

Pos terkait