Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Siapkan 83.970 Kursi Kereta Api

Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Siapkan 83.970 Kursi Kereta Api
Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Siapkan 83.970 Kursi Kereta Api

SEMARANGUPDATE.COM – KAI Daop 4 Semarang menyiapkan 83.970 tempat duduk kereta api untuk keberangkatan awal dari stasiun wilayah Daop 4 selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek, 13–17 Februari 2026. Rata-rata tersedia 16.794 kursi per hari guna mengakomodasi lonjakan penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan selama periode tersebut akan dioperasikan 155 perjalanan kereta api penumpang atau sekitar 31 KA reguler per hari dari wilayah Daop 4. Selain itu, terdapat 270 perjalanan KA atau rata-rata 54 perjalanan per hari yang melintas di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dengan penyiapan kapasitas tempat duduk tersebut, KAI Daop 4 Semarang berupaya memberikan kemudahan dan kepastian perjalanan bagi masyarakat yang memanfaatkan kereta api selama libur Tahun Baru Imlek,” ujar Luqman.

Ia mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal serta memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya agar mendapatkan jadwal sesuai kebutuhan.

Untuk menjaga kelancaran operasional, KAI juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pengecekan sarana dan prasarana, penempatan petugas di stasiun dan di dalam kereta, hingga koordinasi lintas unit.

“KAI Daop 4 Semarang siap melayani masyarakat yang hendak bepergian dengan kereta api pada masa libur Tahun Baru Imlek dengan memastikan kesiapan operasional, sarana prasarana, serta pelayanan kepada pelanggan berjalan secara optimal,” katanya.

Selain itu, suasana stasiun turut dihias dengan ornamen khas Imlek seperti lampion dan dekorasi bernuansa merah untuk menghadirkan suasana hangat dan meriah bagi penumpang.

“Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga berkesan. Nuansa Imlek di stasiun menjadi bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat,” tutup Luqman. (*)

Pos terkait