Lantik Pengurus PPTI, Wagub Jateng Tegaskan Penanganan TBC Harus Tuntas pada 2030

Lantik Pengurus PPTI, Wagub Jateng Tegaskan Penanganan TBC Harus Tuntas pada 2030
Lantik Pengurus PPTI, Wagub Jateng Tegaskan Penanganan TBC Harus Tuntas pada 2030

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, penanganan dan pemberantasan penyakit tuberkulosis atau TBC di wilayahnya harus tuntas pada 2030.

Hal itu dikatakannya, saat melantik jajaran pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jateng periode 2025-2030, di Aula Dinas Kesehatan Jateng, Kamis (22/1/2026).

Bacaan Lainnya

“Ini adalah amanat dari Presiden, bahwa di tahun 2030 TBC harus tuntas,” kata Taj Yasin, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Nawal Arafah Yasin, yang juga Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng.

Dia menyampaikan, penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung. Pemprov berkomitmen mewujudkan Jateng Zero TBC pada 2030.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, estimasi TBC di Jateng pada 2025 sebanyak 107.488 kasus. Hingga akhir tahun, sudah ditemukan 90.381 kasus, atau 84,08 persen dari 90 persen target temuan.

Adapun Treatment Success Rate (TSR) atau tingkat keberhasilan pengobatan pada pasien TBC sensitif obat (SO) mencapai 85,40 persen, dan pada TBC resisten obat (RO) 64,62 persen.

Taj Yasin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, agar pengendalian TBC di Jateng berjalan sukses. Tidak hanya dalam hal pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak PPTI Jateng untuk menjadi mitra pemerintah. Terlebih, keberhasilan penanganan TBC diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia.

“Maka dengan PPTI dilantik, saya berharap nanti kolaborasi, kerja sama bisa terwujud, syukur-syukur di tahun 2026 bisa kita capai targetnya,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Sementara Ketua PPTI Jateng dr Hartanto mengatakan, setalah dilantik, pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama PPTI 35 kabupaten/ kota, untuk melakukan pemetaan dan rencana ke depan. Pasalnya, setiap daerah memiliki pendekatan berbeda-beda dalam menangani TBC.

Pihaknya berkomitmen membantu Pemprov Jawa Tengah, untuk mengejar target eliminasi TBC 2030. Upaya yang akan dilakukan mulai dari edukasi, pencegahan, hingga penanganan.

Hartanto menambahkan, PPTI juga akan memperkuat kemitraan dengan berbagai unsur, seperti sekolah, pondok pesantren, dan dunia industri. Hal itu penting, agar seluruh elemen masyarakat melek TBC.

“PPTI siap membantu pemerintah untuk mencari kasus, membantu skrining, mengantar ke fasilitas kesehatan, kemudian mendampingi sampai dengan pengobatan secara tuntas,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit TBC. Apabila ada gejala batuk, demam, dan kondisi badan lesu, segera melakukan skrining di fasilitas kesehatan.

“Ini untuk memastikan TBC atau tidak. Kalau TBC, segera diobati. Kalau sedang batuk, kita menggunakan masker untuk pencegahan,” pungkas Hartanto. (***)

Pos terkait