SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan siap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam rangka mencapai target pengelolaan sampah sebesar 70-80 persen.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, usai melantik Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin siang (5/1/2026).
“Jadi harus kombinasi dengan provinsi, termasuk kerja sama dengan investor. Beberapa investor sudah presentasi ke kita, dari luar negeri juga ada, seperti China, Malaysia, Singapura. Itu akan kita maksimalkan,” ungkapnya.
Wali kota mengaku kolaborasi tersebut diperlukan, mengingat pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan elemen-elemen masyarakat, terlebih dengan adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU). Pengurangan itu berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor lingkungan hidup, termasuk pengelolaan persampahan.
Menurutnya, ketertarikan investor terhadap pengelolaan sampah di Kota Pekalongan menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi perhatian global sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
“Pemkot Pekalongan pun menyambut baik berbagai tawaran dan gagasan yang masuk, terutama yang berorientasi pada pengurangan sampah, pengolahan berbasis teknologi, serta pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai,” terangnya.
Meski demikian, Aaf, sapaan akrab wali kota menegaskan pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalin kerja sama, khususnya dengan investor luar negeri. Ia menilai, proses kerja sama internasional membutuhkan waktu yang panjang dan melalui berbagai tahapan yang tidak sederhana, mulai dari kajian teknis, regulasi, hingga kesesuaian dengan kebutuhan daerah.
“Proses tetap kita jalankan. Jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang prosesnya masih lama. Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk permasalahan sampah ini,” ujarnya.
Wali Kota Aaf menyebut, terhitung akhir 2025, tingkat pengelolaan sampah di wilayahnya mencapai 60 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari upaya maksimal yang telah dilakukan pemerintah daerah melalui berbagai program dan kebijakan pengelolaan sampah.
Ia menambahkan, dengan beroperasinya seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang telah dibangun, tingkat pengelolaan sampah diyakini dapat meningkat secara signifikan.
“Target kita, kalau TPS-3R semua sudah jalan, bisa tembus 80 persen mudah-mudahan. Kalau 100 persen itu berat sekali ya, karena juga menyangkut kesadaran masyarakat,” tuturnya.
Ia menekankan pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada ketersediaan infrastruktur dan dukungan anggaran semata, tetapi sangat bergantung pada perubahan perilaku dan tingkat kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta partisipasi aktif warga dalam program lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sejalan dengan itu, Pemkot Pekalongan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program, mulai dari kampanye pilah sampah, penguatan bank sampah, hingga kolaborasi dengan komunitas dan lembaga pendidikan.
Pihaknya berharap, melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pembangunan berwawasan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Pekalongan.
“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah terus berupaya, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, mari kita jaga Kota Pekalongan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya. (***)







