SEMARANGUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 dengan mengoptimalkan perawatan sarana perkeretaapian, baik lokomotif maupun kereta penumpang.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian dalam kondisi andal dan laik operasi saat melayani pelanggan.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa seluruh lokomotif dan kereta yang akan dioperasikan telah melalui pemeriksaan dan perawatan sesuai standar teknis.
“Seluruh lokomotif dan kereta penumpang yang akan dioperasikan telah melalui proses pemeriksaan dan perawatan sesuai standar teknis yang berlaku. Kami memastikan setiap rangkaian dalam kondisi prima sebelum diberangkatkan, baik dari sisi sistem pengereman, kelistrikan, pendingin ruangan, hingga fasilitas pelayanan pelanggan.”
“Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 4 juga menyiagakan sarana cadangan serta tim teknisi yang bersiaga 24 jam,” tambahnya.
Perawatan lokomotif meliputi pemeriksaan menyeluruh sistem mesin dan transmisi, pengujian sistem pengereman, pengecekan kelistrikan dan panel kontrol, penggantian komponen aus seperti kampas rem dan filter, hingga uji fungsi klakson serta lampu utama.
Sementara itu, pada kereta penumpang dilakukan pemeriksaan bogie, roda, dan sistem pengereman, pengecekan pintu otomatis dan sistem interlock, perawatan toilet dan tangki air bersih, pemeriksaan kursi dan fasilitas interior, serta pengujian genset pada kereta pembangkit.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, KAI Daop 4 juga menyiapkan lokomotif dan kereta cadangan di depo serta menempatkan sarana penolong di titik strategis.
Teknisi sarana pun disiagakan selama 24 jam selama masa angkutan.
Di wilayah Daop 4 Semarang terdapat tiga depo lokomotif, yakni Depo Lokomotif Semarang Poncol, Cepu, dan Tegal, serta satu depo kereta di Semarang Poncol.
Selain itu, sebanyak 18 lokomotif dan 155 kereta penumpang di wilayah Daop 4 Semarang telah menjalani pemeriksaan kelaikan (rampcheck) oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Hasilnya, seluruh sarana dinyatakan laik operasi untuk mendukung Angkutan Lebaran 2026.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Oleh karena itu, selain meningkatkan frekuensi pemeriksaan, kami juga menyiapkan lokomotif dan kereta cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat. Dengan kesiapan ini, kami optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” tutup Luqman. (*)







