Jawa Tengah Raih Penghargaan TPID, Inflasi Terendah Nasional

Jawa Tengah Raih Penghargaan TPID
Jawa Tengah Raih Penghargaan TPID

SEMARANGUPDATE.COM – Jawa Tengah kembali mencatat prestasi nasional dengan ditetapkannya sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

Atas capaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Bacaan Lainnya

Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Dalam jamuan makan malam Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu malam (29/11/2025), ia menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Jateng.

“Selamat atas penghargaan dari Presiden, fresh from the oven. Jawa Tengah ini adalah provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia,” kata Sudaryono.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi Pemprov Jateng menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan pasokan tetap aman.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah paling rendah dibanding provinsi lain. Itu capaian luar biasa,” tegasnya.

Sudaryono menilai langkah Pemprov Jateng sejalan dengan kebijakan pertanian nasional, mulai dari pembenahan pupuk, revitalisasi irigasi, perbaikan distribusi, hingga penguatan cadangan pangan.

“Jawa Tengah ini termasuk yang paling siap menjalankan program-program besar pertanian,” ujarnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki fondasi kuat dalam pengendalian inflasi, terutama dari sektor pangan.

“Jawa Tengah ini punya tiga juta hektare wilayah dan satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini peranan besar bagi kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, stok dan produksi pangan yang stabil membuat Jawa Tengah mampu menekan gejolak harga.

“Inflasi yang terkait bahan pokok itu takut dengan Jawa Tengah, karena kita punya stok yang kuat. Mulai bawang, cabai yang lebih pedas dari provinsi lain, sampai bawang merah Brebes,” ujarnya.

Selain itu, produksi padi Jawa Tengah terus meningkat dan menjadi penopang terbesar nasional.

“Produksi padi kita hari ini sudah mencapai delapan juta ton dan memenuhi target nasional. Kontribusi Jawa Tengah itu 17,5 persen dari produksi gabah maupun padi nasional,” imbuhnya.

Pos terkait