SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mengapresiasi capaian realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 yang menunjukkan pertumbuhan positif dan melampaui target.
Politisi yang akrab disapa Heri Londo ini menilai bahwa capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sepanjang 2025, realisasi investasi di Jateng tercatat mencapai Rp88,50 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp78,33 triliun.
Capaian ini setara 112,98 persen dari target. Dari total realisasi tersebut, terdapat 105.078 proyek yang terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
Menurut Heri, angka ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan menarik modal, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi daerah.
“Ini capaian yang patut diapresiasi. Realisasi investasi yang melampaui target menunjukkan Jawa Tengah semakin dipercaya investor sebagai daerah yang kondusif untuk berusaha,” ujarnya.
Ia menekankan agar pemerintah daerah terus menjaga momentum positif tersebut melalui pelayanan perizinan yang cepat, kepastian regulasi, serta stabilitas iklim usaha.
Kepercayaan investor, kata dia, harus dijaga dengan konsistensi kebijakan dan kemudahan layanan.
“Kepercayaan investor itu harus dirawat. Pelayanan jangan sampai berbelit, kepastian hukum harus jelas, dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat,” tegas Heri Londo.
Pihaknya juga mendorong agar investasi yang masuk semakin berkualitas, merata di berbagai wilayah, serta memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai investasi padat karya dan berbasis potensi lokal perlu terus didorong karena berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Yang kita kejar bukan hanya angka investasi, tetapi juga kualitasnya, membuka banyak lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” ungkap Sekretaris DPD Gerindra Jateng tersebut.
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi penanaman modal terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.
Dari total tersebut, tercatat 105.078 proyek yang terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
Adapun lima sektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp9,70 triliun.
Kemudian industri karet dan plastik Rp8,96 triliun, industri tekstil Rp7,97 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.
Dari sisi wilayah, penanaman modal paling banyak terealisasi di Kendal dengan nilai Rp15,86 triliun, disusul Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.
Sementara itu, investor asal Hong Kong masih menjadi penanam modal terbesar di Jawa Tengah, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat. (*)












