SEMARANGUPDATE.COM – Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Jepara 2025 masuk kategori sangat baik, dengan nilai 3,75 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, yang mendapat nilai 3,51.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara Budhi Sulistyawan, saat mendampingi bupati ngantor di Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Rabu (7/1/2025). Menurutnya, capaian kategori sangat baik tersebut menandakan kualitas penerapan SPBE di Jepara semakin matang, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan berbasis elektronik.
“Peningkatan nilai SPBE ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan seluruh perangkat daerah, dalam membangun sistem pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis teknologi,” ujar Budhi, Rabu (7/1/2026).
Budhi merinci, domain kebijakan SPBE meraih nilai 3,80. Capaian ini ditopang oleh kebijakan internal tata kelola SPBE, yang juga memperoleh skor 3,80. Pada domain tata kelola SPBE, Jepara mencatat nilai 3,20, dengan rincian perencanaan strategis SPBE dengan skor 2,50, teknologi informasi dan komunikasi 4,00, serta penyelenggara SPBE 3,00.
Sementara itu, lanjutnya, domain manajemen SPBE memperoleh nilai 3,00, penerapan manajemen SPBE tercatat di angka 3,13, sedangkan audit TIK berada pada skor 2,67.
“Adapun domain layanan SPBE menjadi capaian tertinggi dengan nilai 4,31, layanan Administrasi pemerintahan berbasis elektronik mencatat skor 4,40, sedangkan layanan publik berbasis elektronik berada di angka 4,17,” imbuhnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Dia menegaskan, pihaknya akan terus mendorong integrasi layanan digital, agar mudah diakses masyarakat.
“Penguatan infrastruktur TIK dan peningkatan kapasitas SDM menjadi fokus ke depan,” ungkapnya.
Selain itu, imbuh bupati, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan keamanan informasi dan tata kelola data. Langkah tersebut dia nilai penting, untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami akan terus melakukan perbaikan, agar layanan digital semakin berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.







