SEMARANGUPDATE.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dikemas dalam Imlek Vaganza 2026 berlangsung semarak di kawasan Klenteng Agung Sam Poo Kong, Minggu (16/2) malam. Ribuan warga memadati area klenteng bersejarah tersebut untuk menikmati pertunjukan budaya, kuliner, serta suasana kebersamaan yang kental.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kuat harmoni dan keberagaman yang menjadi fondasi Kota Semarang.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa Sam Poo Kong yang telah berdiri lebih dari enam abad merupakan warisan sejarah sekaligus magnet wisata unggulan di ibu kota Jawa Tengah.
“Sam Poo Kong adalah kekayaan Kota Semarang. Banyak festival digelar di sini dan semuanya menjadi daya tarik wisata, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya.
Agustina mengungkapkan bahwa Kota Semarang direncanakan menjadi tuan rumah perayaan Imlek Nasional pada tahun mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan komunitas budaya, untuk bersiap meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta pelayanan kepada tamu.
Menurutnya, kesiapan tersebut penting agar Semarang mampu menampilkan wajah terbaiknya sebagai kota tujuan wisata budaya dan religi.
Pada Imlek Vaganza tahun ini, sebanyak 250 pelaku UMKM dilibatkan. Stand kuliner dan produk kreatif memenuhi area perayaan, menghadirkan ragam pilihan bagi pengunjung.
Agustina menilai dampak ekonomi dari kegiatan tersebut sangat terasa. Tingginya antusiasme masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya transaksi selama acara berlangsung.
“Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat juga bergerak. Ini yang kita harapkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perayaan Imlek di Semarang telah berkembang menjadi pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada etnis tertentu.
Momentum Harmoni Lintas Agama
Tema “Harmoni Nusantara” dinilai relevan dengan situasi Kota Semarang saat ini. Perayaan Imlek berlangsung berdekatan dengan tradisi Dugderan menjelang Ramadan serta masa awal Pra-Paskah umat Kristiani.
“Dalam satu waktu ada tiga momentum keagamaan berjalan bersamaan. Ini indah, karena Semarang adalah kota yang damai dan harmonis,” tegasnya.
Agustina juga menyinggung simbol Warak Ngendog sebagai representasi akulturasi budaya di Semarang. Ikon tersebut memadukan unsur Tionghoa, Jawa, dan Arab, mencerminkan kehidupan masyarakat yang saling menghormati dalam keberagaman.
Menutup sambutannya, ia mengajak warga menjaga suasana kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung, mulai dari Imlek, Dugderan, hingga Ramadan.
“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian menyertai langkah kita membangun Kota Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.







