SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi langkah Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang yang memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-115 dengan mengadakan khitanan massal bagi warga kurang mampu. Menurutnya, kegiatan sosial tersebut lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan perayaan yang berfokus pada hiburan mewah.
Agustina menilai keputusan itu mencerminkan upaya nyata dalam menerapkan ajaran Presiden pertama RI Soekarno mengenai peran lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Institusi yang memperoleh kewenangan, kata dia, semestinya mampu meningkatkan pendapatan sekaligus meringankan pengeluaran warga.
“Di usia yang ke-115 ini, bagus sekali karena yang dipilih adalah khitanan massal. Ini memberi jawaban terhadap perintah Bung Karno ketika kita mendapatkan kuasa atas sebuah institusi, yakni menambah pendapatan dan mengurangi pengeluaran warga. Saya berterima kasih karena PDAM tidak memilih panggung hiburan dengan mendatangkan artis nasional, melainkan menggunakan energinya untuk membantu beban masyarakat,” ujar Agustina saat menghadiri acara khitanan bersama di RSD KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang, Sabtu 10 Oktober 2026.
Selain mengapresiasi kegiatan sosial tersebut, Agustina juga menyoroti dukungan internasional untuk mendorong peningkatan kualitas layanan air bersih di Kota Semarang.
Pada momentum peringatan HUT ke-115 ini, Pemkot Semarang menerima hibah tiga unit mobil Unit Reaksi Cepat (URC) dari WaterWorX PDAM Belanda, yang ditunjuk lembaga dunia untuk penjaminan mutu air bersih.
Bantuan kendaraan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan PDAM Tirta Moedal dalam menangani berbagai laporan warga maupun gangguan pelayanan. Agustina meminta seluruh jajaran menjadikan hibah itu sebagai dorongan untuk meningkatkan kecepatan dan ketanggapan dalam memberikan layanan langsung di lapangan.
“Harus dilihat bahwa ini bukan sekadar reward, melainkan upaya untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan yang lebih cepat. Message-nya jelas, kita diminta untuk mempercepat layanan dan penanganan ke masyarakat. Di usia 115 tahun ini, sejarah penataan lama dari Eropa tinggal kita teruskan dengan penyesuaian teknologi dan manajemen modern agar keluar dari zona nyaman,” tegasnya.
Pemkot Semarang berharap PDAM Tirta Moedal dapat terus meningkatkan profesionalisme melalui perpaduan program sosial dan pembenahan teknis. Dengan begitu, perusahaan daerah tersebut diharapkan semakin modern, responsif, serta mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*)







