SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar sekaligus malam puncak Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berlangsung di Gedung BPSDM Jawa Tengah, Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Koordinasi HMI se-Pulau Jawa tersebut mengangkat tema “Khidmat HMI untuk Indonesia”.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program Sigma Pangan HMI sebagai jawaban atas persoalan regenerasi petani yang tengah dihadapi Indonesia.
Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY, Wiradrana Wasistha, menjelaskan bahwa program Smart Integrated Gerakan Muda Agripreneur Pangan (Sigma Pangan) berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pangan nasional.
“Kami ingin melahirkan Agripreneur Gen Z. Melalui instrumen seperti ‘Brigadir Pangan HMI’, kader akan diterjunkan sebagai agro-task force untuk mendampingi petani lewat digitalisasi lahan dan monitoring berbasis data,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Saleh memberikan apresiasi atas inovasi yang diinisiasi HMI.
Ia menilai, pola kaderisasi yang dikembangkan mencerminkan semangat baru generasi muda yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Gerakan semacam ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak solutif. DPRD Jawa Tengah tentu membuka ruang kolaborasi dengan pemuda dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat,” ujar Saleh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menekankan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai fondasi masa depan bangsa.
Ia mengatakan, “Organisasi kepemudaan dan mahasiswa adalah energi lebih yang harus ditangkap oleh seluruh pejabat publik di Republik Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah.”
Selain itu, Wakapolda Jawa Tengah, Latif Usman, menilai HMI memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas nasional.
“Di usia ke-79 ini, HMI harus terus mengambil peran sebagai pengawal moral dan mesin penggerak kemajuan. Kami di kepolisian melihat bahwa peran aktif pemuda dalam inovasi seperti sektor pangan ini adalah bentuk nyata dari nasionalisme modern,” tegasnya.
Acara silaturahmi akbar tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan Badko HMI dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, di antaranya Yusfan Firdaus (Jawa Timur), Fachri Muhammad (Jabodetabeka-Banten), serta Ketua Panitia Bayu Wahid Ali Unsa. (*)














