SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengajak masyarakat, khususnya kalangan pesantren, untuk memanfaatkan program beasiswa yang disediakan Pemprov Jawa Tengah.
Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri dan pengasuh pesantren.
Menurut Heri, program beasiswa ini merupakan salah satu program prioritas Pemprov Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan pesantren.
“Program beasiswa ini sangat baik dan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya kalangan pesantren, karena membuka kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur sangat positif dalam mendukung pengembangan pendidikan pesantren dan peningkatan kualitas SDM berbasis pendidikan keagamaan.
Dalam program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, Pemprov Jateng menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga bantuan biaya hidup bulanan bagi penerima beasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui program tersebut, santri maupun pengasuh pesantren memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata S1, S2 hingga S3.
Heri berharap program beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sehingga mampu mencetak generasi yang berdaya saing, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Adapun informasi lengkap terkait program dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang tersedia di Playstore dan Appstore, serta melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di www.jatengprov.go.id.
Program beasiswa ini terbuka bagi santri yang diterima pada program studi vokasi dan S1 dalam negeri, meliputi bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.
Selain itu, tersedia juga beasiswa santri vokasi dan S1 luar negeri maupun program double degree, khususnya untuk bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik dan matematika.
Santri dapat mendaftar pada perguruan tinggi di sejumlah negara, antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Untuk bidang keislaman, beasiswa tersedia pada sejumlah perguruan tinggi luar negeri, seperti Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof dan Universitas Imam Syafi’i di Yaman.
Sementara itu, beasiswa bagi pengasuh pesantren untuk jenjang S2 dan S3 dalam negeri mencakup bidang keislaman, humaniora, kedokteran, sains, dan teknologi, pada perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah.
Sejumlah fasilitas yang dapat diakses melalui program ini antara lain bantuan UKT hingga Rp15 juta per semester untuk program studi kedokteran.
Selain itu, penerima beasiswa luar negeri juga mendapatkan bantuan biaya hidup bulanan, fasilitas pengurusan visa, tiket perjalanan pulang pergi, serta asuransi bulanan. (*)














