SEMARANGUPDATE.COM – Keluarga besar Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Selasa (31/3/2026) sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun institusi yang unggul dan berkualitas.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, hingga keluarga pendiri.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, serta diisi tausiyah oleh tokoh agama KH Budi Harjono.
Rektor USM, Dr Supari ST MT, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan kampus.
Ia menilai kebersamaan menjadi faktor penting dalam perkembangan USM yang kini mendekati usia 39 tahun.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami keluarga besar USM mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan kebersamaan Bapak Ibu semua. Berkat kontribusi seluruh pihak, USM yang hampir memasuki usia 39 tahun kini telah berada pada level unggul,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan di tengah berbagai tantangan, termasuk dinamika sosial ekonomi yang terus berkembang.
Kehadiran KH Budi Harjono diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika.
Dalam tausiyahnya, KH Budi Harjono memaparkan dua pola keberagamaan, yaitu ekstrinsik dan intrinsik.
Pola ekstrinsik lebih menekankan simbol dan ritual, namun belum sepenuhnya tercermin dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, pola intrinsik menekankan sikap terbuka, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan secara tulus.
Ketua Pengurus Yayasan USM, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, menyampaikan bahwa menjaga kualitas sebagai perguruan tinggi swasta unggul sekaligus tetap terjangkau menjadi tantangan tersendiri di era saat ini.
“USM sebagai perguruan tinggi swasta unggul, berkualitas, namun tetap terjangkau dan menjangkau tentu bukan hal yang mudah. Ini menjadi komitmen bersama yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan makna Halal Bihalal yang identik dengan tradisi kupat sebagai simbol saling memaafkan. “Menawi lepat, nyuwun ngapunten,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar USM semakin solid, memperkuat sinergi, serta bersama-sama membawa Universitas Semarang menuju capaian yang lebih tinggi di masa mendatang. (*)














