Gus Yasin Tinjau Masjid Bersejarah Terbakar di Boyolali, Salurkan Bantuan Rp80 Juta

Gus Yasin Tinjau Masjid Bersejarah Terbakar di Boyolali, Salurkan Bantuan Rp80 Juta
Gus Yasin Tinjau Masjid Bersejarah Terbakar di Boyolali, Salurkan Bantuan Rp80 Juta

SEMARANGUPDATE.COM – Kebakaran yang melanda Masjid Jami’ Jalaluddin Masrosyid di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali beberapa waktu lalu mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Masjid tersebut dinilai memiliki nilai historis penting bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Pada Kamis siang, 26 Maret 2026, sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu datang langsung ke lokasi bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu warga sekaligus menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Diketahui, bangunan masjid berukuran 20 x 40 meter itu sebelumnya dilalap api pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang dengan cepat menyambar material kayu bangunan.

Saat ini, hanya bagian tempat wudlu berbahan tembok yang masih tersisa.

Sebagai solusi sementara, warga mendirikan tenda darurat di area pelataran masjid agar kegiatan ibadah tetap bisa berlangsung meskipun bangunan utama belum dapat digunakan.

Tidak hanya masjid, Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di bagian belakang juga ikut terdampak.

Kerusakan berat pada bagian atap membuat proses belajar mengajar para santri menjadi terganggu.

Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan langsung Gus Yasin ke wilayahnya yang cukup terpencil.

Ia menilai kehadiran tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat di pelosok.

“Beliau langsung tanggap dan langsung menuju lokasi sendiri. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir di dukuh yang sangat terpencil dan pelosok ini. Kami bersyukur sekali,” ujarnya.

Kusmanto juga menyebutkan, dalam kunjungan itu, Gus Yasin tidak hanya memberikan bantuan, tetapi turut menawarkan langkah solusi.

Untuk perbaikan atap madrasah, Wagub bahkan langsung berinisiatif membantu dengan menghubungi rekan kontraktor.

Perbaikan tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp36 juta. Sementara itu, pemerintah desa diminta segera menyiapkan proposal pembangunan kembali masjid.

Ke depan, masjid direncanakan dibangun secara permanen menggunakan konstruksi beton dengan dua lantai. Estimasi biaya pembangunan mencapai Rp3,7 miliar.

“Beliau siap all out membantu untuk mewujudkan masjid baru kembali,” tuturnya.

Takmir Masjid, Muhammad Toha, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih tertidur.

“Diduga karena gangguan listrik. Warga tidak mampu memadamkan api, sementara jarak pemadam cukup jauh, sehingga api sudah terlanjur membesar,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani. Ia menyebut kejadian ini menjadi pukulan berat, terlebih bangunan madrasah baru direnovasi sekitar dua tahun lalu.

Ia berharap proses perbaikan segera dilakukan agar aktivitas pembelajaran tidak terganggu lebih lama.

“Ini murni musibah. Masjid ini juga sudah sangat tua, lebih dari satu abad, dan seluruhnya dari kayu jati, sehingga api cepat merambat,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Yasin menyerahkan bantuan senilai total Rp80 juta, terdiri dari Rp30 juta dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin.

Selain itu, bantuan berupa puluhan paket sembako juga diberikan kepada warga terdampak. (*)

Pos terkait