Gubernur Luthfi Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Semarang yang Bakal Diperbaiki Tahun Ini

Gubernur Luthfi Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Semarang yang Bakal Diperbaiki Tahun Ini
Gubernur Luthfi Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Semarang yang Bakal Diperbaiki Tahun Ini

SEMARANGUPDATE.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung rumah tidak layak huni (RTLH) milik Hartato di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.

Rumah berukuran sekitar 8 x 12 meter ini dihuni empat orang. Lantai rumah masih tanah, dinding terbuat dari papan kayu dan gedek, sementara rangka atap terlihat lapuk dan bocor saat hujan.

Bacaan Lainnya

Rumah tersebut juga belum memiliki kamar mandi, sehingga penghuni harus menumpang ke rumah tetangga untuk mandi dan buang air.

Saat meninjau, Gubernur Luthfi mengamati lantai tanah yang lembap dan atap yang mulai rapuh.

“Kalau hujan gimana, Pak?” tanya Gubernur kepada Hartato.

“Kalau hujan deras, miring, Pak. Kadang bocor juga,” jawab Hartato ditemani istri dan anaknya.

Gubernur menekankan pentingnya perbaikan rumah itu. “Ini sudah harus permanen. Kalau dibiarkan bahaya,” ucapnya sambil menunjuk dinding kayu yang tidak rata.

Rumah Hartato akan diperbaiki pada 2026 melalui program RTLH dengan pembangunan dinding permanen, penggantian rangka atap dan genteng, plester lantai, serta pembuatan kamar mandi.

Ukuran rumah juga akan disesuaikan menjadi 7 x 9 meter agar lebih kokoh dan layak huni.

Hartato menerima secara simbolis bantuan senilai Rp20 juta untuk perbaikan rumahnya.

“Sudah, nanti bapak tenang. Kita buat permanen, lantainya diplester, atap diganti, kamar mandi harus ada. Rumah itu harus aman dan sehat,” tegas Gubernur.

Hartato menyampaikan rasa senangnya mendapatkan bantuan ini, termasuk tambahan sembako dan perlengkapan sekolah untuk anaknya.

Ia mengaku sebelumnya belum mampu memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi.

“Kalau hujan deras rasanya was-was, karena kondisi rumah sudah doyong (miring). Semoga nanti setelah diperbaiki lebih nyaman,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari percepatan penanganan RTLH di Jawa Tengah agar warga berpenghasilan rendah memiliki hunian yang lebih layak dan aman. (*)

Pos terkait