SEMARANGUPDATE.COM – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Gubernur Ahmad Luthfi atas langkah-langkah konkret dalam menangani nasib buruh eks PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Upaya yang dilakukan dianggap lebih realistis dan menghindari kegaduhan.
Terdapat tiga langkah strategis yang telah diambil oleh Gubernur Ahmad Luthfi, yang memberikan harapan baru bagi para buruh eks Sritex.
Ketua KSPN Jawa Tengah, Nanang Setyono, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh Ahmad Luthfi adalah memastikan para buruh mendapatkan hak-hak jaminan sosial mereka. Mantan Kapolda Jateng ini telah berkoordinasi dengan BPJS melalui jajaran OPD Pemprov Jateng.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Pak Gubernur dan jajarannya. Mengapa? Karena langkah-langkah mereka lebih realistis dan tidak menimbulkan kegaduhan. Pemprov Jateng berkomitmen memfasilitasi buruh untuk mendapatkan hak-haknya,” ujar Nanang.
Langkah kedua yang diambil adalah mendampingi buruh dalam memperoleh hak-haknya dari kurator, termasuk urusan gaji yang tertunda pembayarannya.
Ketiga, gubernur hasil Pilkada 2024 ini juga berupaya membantu buruh menemukan pekerjaan baru. Salah satu caranya adalah dengan mengumpulkan pengusaha dari eks Karesidenan Semarang dan Surakarta untuk menyediakan lowongan kerja.
“Dikumpulkan dan ditanya, mana yang ada lowongan kemudian disalurkan tenaga kerjanya di sana. Kalau tidak salah, ada sekitar 10.600 lowongan pekerjaan yang dihimpun Pemprov Jateng. Itu yang kami apresiasi,” tandas Nanang.
Tutupnya Sritex tidak hanya berdampak langsung pada pekerja pabrik, tetapi juga pada UMKM di sekitar pabrik. Gubernur Ahmad Luthfi telah berkomunikasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi bagi mereka yang menggantungkan hidup pada aktivitas perusahaan tersebut, termasuk para pedagang makanan dan oleh-oleh.
Berhentinya operasi Sritex secara otomatis memaksa UMKM tersebut untuk tutup, sehingga mata pencaharian mereka terhenti.