Gubernur Ahmad Luthfi Sebut 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi Jateng Terserap Industri

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi Jateng Terserap Industri
Gubernur Ahmad Luthfi Sebut 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi Jateng Terserap Industri

SEMARANGUPDATE.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah telah terserap di dunia kerja, khususnya sektor industri.

Dari total 1.529 sekolah vokasi di provinsi tersebut, sebagian besar alumninya dinilai siap masuk pasar kerja.

Bacaan Lainnya

“Dari 10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” kata Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kabupaten Kudus, Kamis, 12 Maret 2026.

Kunjungan tersebut meliputi SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.

Dalam agenda itu, gubernur didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Rombongan meninjau langsung proses pembelajaran sekaligus karya para siswa di berbagai bidang keahlian. Di SMK Raden Umar Said, mereka melihat hasil karya animasi yang dibuat para siswa.

Sementara di SMK NU Banat Kudus, rombongan menyaksikan karya siswa di bidang fesyen dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta produk yang dikembangkan oleh para pelajar.

Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Menurut Luthfi, keberadaan sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia kerja.

Keragaman program keahlian yang tersedia dinilai menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk berkontribusi di berbagai sektor industri.

“Ini merupakan bentuk (bukti) bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Luthfi, terus mendorong penguatan pendidikan vokasi, investasi padat karya, serta pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten dan kota.

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku kemampuan animasinya berkembang pesat meski saat ini masih duduk di kelas XI. Ia berharap dapat berkarier sebagai animator profesional di industri animasi.

Para siswa di sekolah tersebut juga dibiasakan mengerjakan proyek dari industri sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus.

Bahkan, sejumlah karya siswa telah dipasarkan hingga ke Amerika Serikat dan Jepang. Selain mengejar prestasi akademik, siswa juga didorong menghasilkan karya nyata yang dapat menjadi portofolio saat memasuki dunia kerja.

Hal senada disampaikan siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri. Ia mengatakan para siswa tidak hanya mempelajari desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk kreatif, termasuk jasa animasi yang dihasilkan oleh siswa sekolah vokasi.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi. (*)

Pos terkait