Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau Tanah Gerak Jangli, 66 Warga Disiapkan Relokasi Sementara

Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau Tanah Gerak Jangli, 66 Warga Disiapkan Relokasi Sementara
Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau Tanah Gerak Jangli, 66 Warga Disiapkan Relokasi Sementara

SEMARANGUPDATE.COM — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bencana tanah gerak di Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, keduanya mengimbau warga terdampak untuk sementara tidak kembali ke rumah demi alasan keselamatan.

Dalam dialog dengan warga, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang, camat, dan lurah setempat untuk menyiapkan relokasi bagi warga yang terdampak. Saat ini, lokasi relokasi masih dalam proses koordinasi oleh Pemkot Semarang.

Bacaan Lainnya

Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga akan dipenuhi selama masa pengungsian. Warga diminta tidak tinggal di rumah yang terdampak pergerakan tanah dan mengutamakan keselamatan keluarga sambil menunggu penempatan di lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Luthfi juga menegaskan bahwa biaya relokasi akan ditanggung bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, Wakil Presiden telah mengoordinasikan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk membantu penanganan dampak bencana tersebut.

Senada, Wakil Presiden Gibran menekankan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama. Ia meminta masyarakat tidak bolak-balik ke rumah lama karena pergerakan tanah berpotensi meluas dan membahayakan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

Salah satu warga terdampak, Subiyanti (44), berharap kunjungan pemerintah pusat dan daerah dapat menghadirkan solusi cepat bagi warga yang sebagian besar telah menetap di wilayah tersebut selama puluhan tahun. Ia menyebut warga diminta tetap berada di pengungsian karena kondisi dinilai belum aman untuk kembali ke rumah.

Sementara itu, Lurah Jangli Maria Tresia Takandare menyampaikan sebanyak 66 jiwa saat ini ditempatkan di enam tenda pengungsian yang berjarak sekitar 100–200 meter dari lokasi terdampak.

Fasilitas logistik dan kamar mandi telah disiapkan. Pemerintah setempat juga tengah mengupayakan lahan relokasi sementara selama kurang lebih dua bulan, sembari menunggu penetapan hunian tetap bagi warga terdampak. (*)

Pos terkait