Disdik Semarang Pastikan Program MBG Lancar, Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif

Disdik Semarang Pastikan Program MBG Lancar, Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif
Disdik Semarang Pastikan Program MBG Lancar, Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif

SEMARANGUPDATE.COM — Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai jenjang pendidikan berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan program MBG di tingkat PAUD, SD, hingga SMP berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Bacaan Lainnya

“Sejauh ini pelaksanaan MBG berjalan dengan baik. Kami juga telah melakukan monitoring, dan siswa dapat merasakan manfaat dari program tersebut,” ujar M. Ahsan.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada laporan terkait keluhan kualitas makanan yang disajikan di sekolah-sekolah negeri.

Hal ini menandakan pelaksanaan program sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Namun demikian, program MBG belum sepenuhnya menjangkau seluruh satuan pendidikan.

Hal tersebut disebabkan keterbatasan fasilitas pendukung yang masih dalam proses pengembangan.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa partisipasi sekolah dalam program ini bersifat sukarela, tanpa adanya kewajiban.

“Tidak ada paksaan dalam pelaksanaan MBG, baik bagi sekolah negeri maupun swasta. Partisipasi dilakukan secara sukarela,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga tengah menyiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya untuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Saat ini prosesnya masih berada pada tahap asesmen awal sebagai bagian dari pra-SPMB.

M. Ahsan menuturkan, kebijakan SPMB tahun ini diperkuat melalui tiga tahapan, yakni pra-SPMB, pelaksanaan, dan pasca-SPMB, dengan penekanan pada penguatan jalur afirmasi bagi peserta didik.

Kuota bagi ABK digabung dalam jalur afirmasi bersama siswa dari keluarga kurang mampu, dengan estimasi sekitar 20 persen untuk jenjang SD dan 25 persen untuk SMP, yang bersifat kumulatif dan dapat disesuaikan.

Untuk mendukung layanan pendidikan inklusif, Disdik juga menyiapkan berbagai skema pembelajaran bagi ABK, mulai dari sistem inklusi di kelas reguler hingga layanan individual seperti homeschooling.

Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar ABK tercatat hampir mencapai 300 peserta.

Penempatan nantinya akan disesuaikan dengan hasil asesmen lanjutan agar layanan pendidikan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Pos terkait