Dapur Marhen PDIP Semarang Hadirkan Makan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga

Dapur Marhen PDIP Semarang Hadirkan Makan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Dapur Marhen PDIP Semarang Hadirkan Makan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga

SEMARANGUPDATE.COM — DPC PDI Perjuangan Kota Semarang menggelar kegiatan sosial bertajuk Dapur Marhen sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu, pada Jumat (10/4/2026).

Program ini merupakan inisiatif DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan oleh seluruh DPC di kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen partai untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Dapur Marhen ini adalah program dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Kami semua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jawa Tengah harus melaksanakan setiap bulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya sebatas pembagian makanan, tetapi juga menjadi respons atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

Bantuan diberikan dalam bentuk makan siang gratis sekaligus layanan pengobatan tanpa biaya.

“Konsepnya adalah kita peduli di tengah-tengah masyarakat, hadir menjadi penerang kebutuhan masyarakat, kesulitan masyarakat, khususnya untuk kaum marhaen. Kita meringankan dengan cara memberikan makan siang gratis. Di sisi lain program ini juga dibarengi dengan pengobatan gratis,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dari kantor DPC, kemudian dilanjutkan ke wilayah Tembalang, tepatnya di Ponpes Annuriyah Soko Tunggal, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Ke depan, lokasi kegiatan akan terus berpindah setiap bulan.

“Hari ini kami DPC PDI Perjuangan Kota Semarang telah melaksanakan. Tadi kami sudah membuka di kantor DPC, kemudian kami juga bergeser ke Tembalang untuk lebih menyentuh masyarakat. Jadi tidak fokus hanya di lingkungan DPC, tapi ke kecamatan-kecamatan dan akan terus moving setiap bulan,” ungkapnya.

Dalam setiap pelaksanaan, pihaknya menargetkan distribusi sedikitnya 500 porsi makanan kepada masyarakat.

“Kurang lebih 500, tapi memang perintah minimal 500 porsi yang harus dibagikan,” tegas Endro.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan tokoh masyarakat agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran.

“Ya, tentunya kami melibatkan tokoh masyarakat, seperti Gus Nova di Tembalang. Kami bekerja sama bagaimana bisa hadir memberikan manfaat untuk masyarakat,” tambahnya.

Endro membuka peluang bagi masyarakat di wilayah lain yang ingin menghadirkan program serupa, dengan mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan warga setempat.

“Dengan sangat senang hati. Selama tidak ada pengajuan, kami juga mendasarkan dari informasi struktur di bawah. Di mana ada masyarakat yang mengalami kesulitan, di situ kami akan hadir,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Dapur Marhen merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk bersaing dengan program lain.

“Kami fokus dengan apa yang kami lakukan sendiri. Kami tidak membandingkan atau menyaingi program lain. Kami hadir dari rakyat kecil, kaum marhaen, maka kami melakukan ini bukan karena program dari pihak lain,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Samuel J.D. Wattimena mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai Dapur Marhen tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga dapat mendukung pembangunan mental dan budaya.

“Saya terima kasih sekali diajak ke Pesantren Soko Tunggal. Saya juga setuju bahwa Dapur Marhen ini adalah dukungan bagi sesuatu yang sifatnya fisik, jasmani,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental dalam masyarakat.

“Saya di Komisi VII akan masuk dari sisi dukungan yang bersifat kejiwaan. Karena pembangunan fisik dengan pembangunan jiwa harus berjalan seimbang,” katanya.

Ia juga menilai pendekatan berbasis budaya menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat.

“Dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Mens sana in corpore sano. Pendekatan komprehensif seperti ini menurut saya ada di PDI Perjuangan, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait