Cegah Penularan Virus Nipah, Bandara Ahmad Yani Semarang Pantau Ketat Penumpang dari Luar Negeri

Ilustrasi Bandara Ahmad Yani Semarang.

SEMARANGUPDATE.COM, SEMARANG – Upaya mencegah masuknya virus Nipah (NiV) ke Jawa Tengah terus diperketat, salah satunya melalui pengawasan di pintu masuk internasional. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kini menerapkan sistem pemantauan kesehatan bagi penumpang luar negeri.

Branch Communication and CSR Department Head Bandara Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang untuk mengantisipasi potensi penularan dari luar negeri.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah.

“Setiap penumpang internasional kami pantau menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh,” kata Arif, dalam keteranganya, Rabu (4/2/2026).

Perangkat thermal scanner ditempatkan di area kedatangan internasional Bandara Ahmad Yani. Saat ini, bandara tersebut melayani dua rute penerbangan luar negeri, yakni Semarang–Malaysia dan Semarang–Singapura.

Selain pemindaian suhu, seluruh penumpang penerbangan internasional juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia sebagai bagian dari sistem pemantauan kesehatan. Penumpang yang terdeteksi demam atau tampak sakit akan menjalani observasi serta pemeriksaan lanjutan oleh petugas.

“Kami mengimbau penumpang yang merasa kurang sehat saat tiba di bandara agar segera melapor kepada petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi atau makanan yang terkontaminasi.

Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi langkah utama untuk menjaga Jawa Tengah tetap aman dari ancaman penyakit menular. (*)

Pos terkait