Bule Jerman hingga Awak Kapal Perang Meriahkan Tradisi Lomban Syawalan Jepara 2026

Bule Jerman hingga Awak Kapal Perang Meriahkan Tradisi Lomban Syawalan Jepara 2026
Bule Jerman hingga Awak Kapal Perang Meriahkan Tradisi Lomban Syawalan Jepara 2026

SEMARANGUPDATE.COM — Ribuan warga Jepara dan luar daerah, termasuk wisatawan mancanegara serta awak Kapal Perang Pulau Menjangan, memeriahkan prosesi larung kepala kerbau dalam Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026, Sabtu (28/3/2026).

Sejak pagi, antusiasme masyarakat terlihat di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto hingga perairan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Puluhan kapal nelayan dipenuhi warga dari berbagai kalangan untuk mengikuti prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut.

Suasana semakin semarak saat miniatur kapal berisi kepala kerbau hendak diturunkan ke laut.

Beberapa warga berusaha berebut kepala kerbau, namun sigapnya petugas gabungan berhasil menenangkan situasi.

Wisatawan asal Jerman, Maria Gracya Ina, mengaku sengaja datang bersama suaminya, Lido, untuk menyaksikan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Jepara ini.

“Menarik sekali tradisi sedekah laut ini. Karena di era modern, tapi tradisi budaya seperti masih hidup dan lestari. Ini saya juga ikut memposting kemeriahan tradisi ini lewat media sosial,” ujarnya menggunakan Bahasa Indonesia.

Wisatawan dari Jakarta, Rita (35), juga hadir bersama keluarga untuk menikmati wisata bahari Karimunjawa sekaligus menyaksikan tradisi budaya khas Jepara.

Ia menantikan momen ini sejak dua hari sebelumnya.

“Beberapa kali ke Jepara, tapi ini kali pertama setelah Lebaran. Ternyata banyak tradisi budaya di sini. Saya jadi antusias juga menontonnya, seru banget sih,” katanya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa larungan kepala kerbau merupakan rangkaian penting dari Pesta Lomban, sarat makna syukur, doa, dan harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, keselamatan, dan hasil melimpah bagi masyarakat, khususnya nelayan.

Menurutnya, tradisi ini telah berlangsung lebih dari satu abad dan menjadi kekayaan budaya yang memiliki nilai spiritual serta memperkuat kebersamaan dan identitas masyarakat pesisir Jepara.

“Semoga kegiatan hari ini menjadi keberkahan bagi kita semua, khususnya masyarakat Jepara,” tambahnya.

Untuk tahun depan, Bupati Witiarso berencana membuat Lomban Syawalan lebih menarik dengan menambahkan atraksi air di sepanjang TPI Ujungbatu dan kembali melibatkan kapal perang TNI AL.

“Bule-bule asing juga akan kita ajak. Tradisi budaya khas Jepara ini juga layak diangkat agar lebih mendunia. Ini juga bagian komitmen kita nguri-nguri budaya tradisi Jepara,” tandasnya. (*)

Pos terkait