SEMARANGUPDATE.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mencanangkan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) melalui aksi bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta dan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Aksi serupa juga dilaksanakan secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dalam kegiatan itu, Ahmad Luthfi turut mengoperasikan alat berat untuk mengangkut sampah yang menumpuk di kawasan pesisir.
Sampah yang terdiri atas plastik, kayu, dan limbah rumah tangga dimasukkan ke dump truck untuk dibawa ke tempat pengolahan.
Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan bahwa persoalan sampah di Jawa Tengah telah memasuki kategori darurat.
Berdasarkan data, volume sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,36 juta ton per tahun, namun baru sekitar 60 persen yang dapat terolah.
“Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat menargetkan Indonesia mencapai zero waste pada 2029. Untuk itu, seluruh kepala daerah diminta menyampaikan data konkret penanganan sampah di wilayah masing-masing.
“Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat,” kata Luthfi.
Selain penanganan sampah, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong penguatan program penghijauan pesisir di 17 kabupaten/kota yang memiliki garis pantai.
Upaya tersebut dilakukan melalui penanaman mangrove dan tanaman pesisir guna mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI.
Aksi bersih sampah dan penanaman pohon dilaksanakan secara bersamaan di seluruh kabupaten/kota, dengan sebagian besar bupati dan wali kota memimpin langsung di daerah masing-masing.
Ia juga menyebutkan, pengolahan sampah berbasis refuse derived fuel (RDF) telah berjalan di beberapa daerah, seperti Cilacap, Banyumas, dan Magelang.
Sementara itu, pengolahan sampah menjadi energi listrik telah beroperasi di Kota Surakarta.
Kegiatan di Pantai Jodo turut dihadiri unsur Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Batang, serta melibatkan TNI, Polri, perguruan tinggi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, mahasiswa, dan masyarakat. (*)







