SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengajak perempuan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, mulai dari memperkuat ekonomi keluarga, menjaga lingkungan, hingga mendukung penanganan stunting.
Perempuan dinilai memiliki posisi setara dengan laki-laki dan berperan penting dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Agustina dalam talkshow “Perempuan Bicara, Semarang Bergerak” bertajuk “Perempuan, Keluarga, dan Masa Depan Kota Semarang” yang digelar PC Fatayat NU Kota Semarang dan diikuti ribuan kader.
Agustina menegaskan, kemajuan Kota Semarang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki peran strategis dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
“Laki-laki dan perempuan itu seperti sepasang sayap dari seekor burung yang terbang tinggi. Jika salah satu sayap itu patah, maka burung itu tidak akan dapat lagi terbang,” katanya, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
“Kita berada pada posisi sebagai salah satu sayap apabila Kota Semarang ini ingin maju. Posisi kita setara,” lanjut Agustina.
Perempuan Punya Peran Penting dalam Pengelolaan Sampah
Salah satu isu yang menjadi perhatian Agustina adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Hal ini dinilai penting di tengah upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang.
Menurut Agustina, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan tempat tinggal.
Perempuan dapat mengambil peran dalam membiasakan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus mengajak masyarakat di sekitarnya melakukan hal serupa.
“Awareness terhadap sampah yang ada di wilayah kita itu datangnya dari kita. Bapak-bapak wis ora sabar. Kenapa? Karena kita tekun. Maka cocok ini perempuan berbicara, Semarang bergerak. Tugas kita adalah membangunkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap perempuan tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dorong UMKM hingga Penanganan Stunting
Selain persoalan lingkungan, penguatan peran perempuan di Kota Semarang juga diarahkan pada sejumlah program yang menyentuh kebutuhan keluarga dan masyarakat.
Salah satunya melalui program Waras Ekonomi yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM).
Penguatan ekonomi tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian keluarga dan meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan produktif.
Agustina juga menyoroti percepatan penanganan stunting sebagai salah satu agenda penting.
Peran perempuan dalam keluarga dinilai dapat mendukung upaya meningkatkan kesadaran mengenai pemenuhan kebutuhan dan kesehatan anak.
Selain itu, terdapat rencana pembentukan Rumah Inspirasi bagi penyandang disabilitas di setiap kecamatan.
Program ini diarahkan untuk memperluas ruang dukungan dan pemberdayaan bagi kelompok disabilitas di Kota Semarang.
Penguatan berbagai agenda tersebut turut diselaraskan dengan peluncuran program “Fatayat Berdaya – Perempuan Menjaga Keluarga, Merawat Kota”.
Program tersebut membawa pesan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas individu, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga keluarga dan membangun lingkungan yang lebih baik.
Fatayat NU Didorong Gerakkan Perubahan di Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Agustina mengajak kader Fatayat NU memperluas manfaat kegiatan organisasi ke lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, gagasan yang dibicarakan dalam forum perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
“Mari kita berbicara tidak hanya untuk bergerak secara sendiri, tetapi juga untuk menggerakkan lingkungan kita. Melakukan sesuatu untuk memberi manfaat dan menyebarkan energi positif bagi lingkungan tempat kita,” pungkas Agustina.
Melalui gerakan tersebut, perempuan diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan Kota Semarang, baik melalui penguatan ekonomi keluarga, kepedulian terhadap lingkungan, maupun dukungan terhadap program sosial.
Semangat Perempuan Bicara, Semarang Bergerak menjadi ajakan agar perempuan tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan yang dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. (*)







