119 Apoteker Baru Unwahas Semarang Resmi Disumpah, Lulusan Terbaik Raih IPK 4,00

Sebanyak 119 apoteker baru Unwahas resmi mengucapkan sumpah profesi. Lulusan terbaik, apt. Pertiwi Setyaningrum, meraih IPK sempurna 4,00. (Dok Unwahas)

SEMARANGUPDATE.COM – Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) resmi meluluskan dan mengambil sumpah 119 apoteker baru melalui Sidang Terbuka Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker ke-30 Tahun 2026.

Prosesi tersebut berlangsung di Kampus 2 Unwahas, kemarin. Pengucapan sumpah menandai dimulainya perjalanan profesional para lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk mengabdikan ilmu kefarmasian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Rangkaian sidang dihadiri Dewan Sidang yang terdiri atas Wakil Rektor I Unwahas Associate Professor Dr. H. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd., Dekan Fakultas Farmasi Dr. apt. Yance Anas, M.Sc., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker apt. Achmad Quraisy Aljufri, M.Clin.Pharm., serta Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Dr. apt. Sri Susilowati, M.Si.

Setelah pengucapan sumpah, sebanyak 119 apoteker baru menandatangani surat sumpah di hadapan para saksi. Mereka kemudian menerima sertifikat profesi dan surat sumpah sebagai tanda telah resmi mengemban amanah profesi apoteker.

Lulusan Terbaik Raih IPK Sempurna

Dalam prosesi tersebut, penghargaan lulusan terbaik diberikan kepada apt. Pertiwi Setyaningrum, S.Farm. yang berhasil meraih IPK 4,00.

Pertiwi mengatakan, menjadi apoteker merupakan cita-cita yang akhirnya dapat diwujudkan. Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga, serta Fakultas Farmasi Unwahas dan seluruh dosen yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan nasihat selama menjalani pendidikan.

Ia menyadari perjalanan sebagai apoteker tidak berhenti setelah memperoleh gelar profesi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap apoteker terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Kami menyadari ilmu dan teknologi akan terus berkembang, sehingga kita tidak boleh berhenti mengembangkan ilmu agar senantiasa dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Apoteker Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi

Dekan Fakultas Farmasi Unwahas Dr. apt. Yance Anas mengatakan, pengucapan sumpah bukan menjadi akhir proses belajar, melainkan awal dari amanah ilmu yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Ia berpesan agar para apoteker baru memegang tiga prinsip utama, yakni kompetensi, integritas, dan karakter.

Menurut Yance, gelar apoteker tidak otomatis menjamin integritas seseorang dalam menjalankan profesi. Setiap keputusan dan tindakan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, aspek keamanan, serta etika profesi.

Para apoteker juga diminta tidak ragu bertanya apabila menghadapi persoalan atau keraguan dalam praktik. Sikap tersebut justru menjadi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Unwahas Dorong Apoteker Berdaya Saing Global

Wakil Rektor I Unwahas Associate Professor Dr. H. Nur Cholid menyebut sumpah apoteker merupakan prosesi sakral yang menandai dimulainya pengabdian profesional.

“Sumpah apoteker bukan formalitas, tetapi acara yang sakral dan semoga menjadi momentum. Profesi apoteker bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian,” tegasnya.

Ia meminta para lulusan terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu serta teknologi kefarmasian.

Unwahas, kata dia, juga terus mendorong pengembangan institusi. Kampus yang berdiri sejak 2000 tersebut telah meraih akreditasi Unggul sejak 2024.

Fakultas Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker juga didorong mengikuti proses reakreditasi dengan target meraih predikat Unggul.

Melalui sumpah profesi tersebut, 119 apoteker baru Unwahas diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Pos terkait